Cara Membuat Footnote Dan Daftar Pustaka Di Word | Tutorial Skripsi Lengkap

Kalau kamu sedang menulis skripsi, laporan, atau makalah, ada dua hal yang hampir pasti membuat pusing: catatan kaki dan daftar pustaka. Diketik manual, nomor catatan kaki gampang berantakan begitu ada paragraf yang disisipkan. Daftar pustaka pun rawan salah format: ada yang titiknya kurang, tahunnya tertukar, atau nama penulisnya terbalik. Padahal, Microsoft Word punya fitur otomatis untuk keduanya.
Di tutorial ini, kamu akan belajar cara membuat footnote atau catatan kaki di Word, plus cara menyusun daftar pustaka otomatis dari sumber yang kamu kutip. Begitu menguasainya, kamu tidak perlu lagi menghitung nomor catatan kaki atau mengetik ulang daftar pustaka dari nol.
Apa Itu Footnote Dan Kapan Dipakai?
Footnote adalah catatan tambahan di bagian bawah halaman yang merujuk pada kata atau kalimat tertentu di teks utama. Biasanya dipakai untuk memberi penjelasan tambahan, sumber kutipan, atau keterangan istilah, tanpa mengganggu alur bacaan. Di skripsi dan karya ilmiah, footnote dipakai untuk menuliskan sumber kutipan secara lengkap di kaki halaman.
Word menomori footnote secara otomatis dan berurutan. Kalau kamu menyisipkan footnote baru di tengah dokumen, nomor-nomor setelahnya bergeser sendiri. Inilah alasan utama memakai fitur ini, bukan mengetik angka kecil secara manual di akhir kalimat.
Langkah 1: Menyisipkan Footnote Di Word
Letakkan kursor tepat di akhir kalimat yang ingin diberi catatan kaki, biasanya setelah tanda titik. Lalu klik tab References dan pilih Insert Footnote, atau tekan shortcut Ctrl + Alt + F. Word langsung membawamu ke area kaki halaman dan menaruh kursor di sana dengan nomor yang sudah terisi.
Ketik isi catatan kakimu di sana, misalnya nama penulis, judul buku, kota terbit, penerbit, dan tahun terbit. Setelah selesai, klik kembali ke teks utama untuk melanjutkan menulis. Contoh isi footnote yang benar formatnya:
1 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2019), hlm. 45.
Ulangi langkah yang sama untuk kutipan berikutnya, dan Word akan memberi nomor 2, 3, dan seterusnya secara berurutan. Kalau kamu menghapus satu footnote di tengah, nomor-nomor di bawahnya menyesuaikan sendiri.
Langkah 2: Mengatur Format Nomor Footnote
Secara bawaan, footnote memakai angka 1, 2, 3 yang dimulai ulang di setiap bab atau berlanjut sepanjang dokumen, tergantung pengaturan. Untuk mengubahnya, klik panah kecil di pojok kanan bawah grup Footnotes pada tab References. Di kotak dialog yang muncul, kamu bisa memilih format angka, misalnya angka biasa, huruf, atau angka romawi, serta memilih apakah penomoran dimulai ulang di setiap halaman atau berlanjut terus.
Tips untuk skripsi: samakan pengaturan ini dengan pedoman kampusmu sejak awal. Mengubahnya di tengah jalan bisa membuat seluruh nomor footnote bergeser, dan kamu harus memeriksa ulang satu per satu. Lebih baik atur sekali di awal, lalu konsisten.
Skripsi Kamu Sudah Rapi, Saatnya Dicetak Dengan Rapi Pula
Footnote dan daftar pustaka yang tersusun otomatis membuat naskahmu terlihat profesional. Tinggal cetak dan jilid untuk sidang atau pengumpulan. Order via Website (24 Jam), kapan saja kamu siap.
🖨️ Cetak Skripsi Kamu SekarangLangkah 3: Memasukkan Sumber Ke Daftar Pustaka Otomatis
Selain footnote, Word juga bisa menyusun daftar pustaka otomatis dari sumber-sumber yang kamu daftarkan. Caranya, letakkan kursor di akhir kalimat yang mengutip sebuah sumber, klik tab References, lalu pilih Insert Citation dan klik Add New Source. Isi formulirnya: jenis sumber (buku, jurnal, situs web), nama penulis, judul, tahun, kota, dan penerbit.
Setelah sumber ditambahkan, Word menyisipkan kutipan singkat di dalam teks, misalnya (Sugiyono, 2019). Kamu tidak perlu mengetiknya manual. Setiap sumber yang pernah kamu tambahkan tersimpan di daftar sumber dokumen, sehingga bisa dipakai berulang kali di bab yang berbeda tanpa mengisi formulir lagi.
Langkah 4: Membuat Daftar Pustaka Dengan Sekali Klik
Setelah semua bab selesai dan semua sumber sudah dikutip, saatnya membuat daftar pustaka. Pindah ke halaman terakhir dokumen, tempat daftar pustaka seharusnya berada. Klik tab References, pilih Bibliography, lalu pilih References atau Works Cited sesuai pedoman kampusmu.
Word langsung menyusun daftar pustaka dari semua sumber yang kamu kutip, lengkap dengan format yang rapi. Kamu bisa mengubah gaya sitasi lewat dropdown Style di tab References, misalnya APA, MLA, atau Chicago. Mengganti gaya akan mengubah format seluruh kutipan dan daftar pustaka sekaligus, jadi kamu tidak perlu mengedit satu per satu.
Contoh hasil daftar pustaka gaya APA untuk satu sumber buku:
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Periksa sekali lagi hasil akhirnya, terutama huruf kapital pada judul dan nama penulis, karena data yang kamu isi di formulir sumber akan tampil apa adanya. Kalau ada yang keliru, perbaiki lewat Manage Sources, lalu daftar pustaka akan ikut terbarui.
Langkah 5: Memperbarui Daftar Pustaka Saat Ada Sumber Baru
Menambah sumber di tengah proses itu wajar. Setiap kali kamu mengutip sumber baru lewat Insert Citation, daftar pustaka belum otomatis bertambah. Caranya mudah: klik di dalam daftar pustaka yang sudah dibuat, lalu klik tombol Update Citations and Bibliography yang muncul di atasnya. Daftar pustaka langsung diperbarui dengan sumber terbaru, tetap dalam urutan abjad yang benar.
Hal yang sama berlaku kalau kamu menghapus kutipan. Sumber yang tidak lagi dikutip di mana pun tidak akan muncul di daftar pustaka setelah diperbarui, sehingga daftar pustakamu selalu sinkron dengan isi dokumen.
Kesalahan Yang Sering Terjadi
- Mengetik nomor footnote manual: begitu ada sisipan paragraf, semua nomor manual bergeser dan harus diperbaiki satu per satu.
- Data sumber tidak lengkap: kota terbit atau tahun yang kosong membuat daftar pustaka terlihat bolong, jadi isi formulir sumber selengkap mungkin sejak awal.
- Gaya sitasi berubah di tengah jalan: tetapkan satu gaya, misalnya APA, sejak bab pertama dan jangan diganti sembarangan.
- Daftar pustaka tidak diperbarui: setelah menambah sumber baru, selalu klik Update Citations and Bibliography sebelum mencetak.
Penutup
Footnote dan daftar pustaka otomatis di Word menghemat waktu paling banyak justru di tahap akhir penulisan, saat revisi datang bertubi-tubi. Nomor catatan kaki menyesuaikan sendiri, kutipan tersimpan rapi, dan daftar pustaka tersusun sekali klik. Mulailah dari satu bab: sisipkan footnote pertamamu dengan Ctrl + Alt + F, daftarkan satu sumber lewat Insert Citation, dan rasakan sendiri betapa jauh lebih tenang proses revisimu setelah itu.