Cara Menggunakan Rumus SUMIFS Dan COUNTIFS Di Excel | Hitung Data Banyak Kriteria Untuk Pemula

Cara Menggunakan Rumus SUMIFS Dan COUNTIFS Di Excel

Pernahkah kamu diminta menghitung total penjualan, tapi hanya untuk satu produk tertentu di satu cabang tertentu pada bulan tertentu? Kalau kamu memakai SUMIF biasa, kamu akan mentok, karena SUMIF hanya menerima satu kriteria. Di sinilah SUMIFS dan COUNTIFS berperan: keduanya dirancang untuk banyak kriteria sekaligus.

SUMIFS menjumlahkan angka berdasarkan beberapa syarat yang harus terpenuhi semua. COUNTIFS menghitung banyaknya data yang memenuhi beberapa syarat. Dalam tutorial ini, kamu akan belajar sintaks keduanya, mempraktikkannya pada contoh data penjualan, dan menghindari kesalahan yang paling sering terjadi.

Bedanya SUMIF Dengan SUMIFS, Dan COUNTIF Dengan COUNTIFS

SUMIF dan COUNTIF versi lama memakai satu kriteria: misalnya jumlahkan semua penjualan produk Kertas A4. Begitu kriteriamu bertambah, misalnya produk Kertas A4 DAN cabang Jakarta Barat, rumus lama tidak lagi cukup. SUMIFS dan COUNTIFS adalah versi jamaknya: kamu bisa menambahkan kriteria kedua, ketiga, dan seterusnya, dan hanya data yang memenuhi semua kriteria yang dihitung.

Perhatikan juga urutan argumennya, karena ini jebakan klasik. Pada SUMIF, urutan adalah range yang dijumlahkan bisa di akhir. Pada SUMIFS, range yang dijumlahkan justru ditulis pertama, baru pasangan kriteria menyusul. Kalau kamu tertukar, hasilnya bisa nol atau salah total tanpa pesan error yang jelas.

=SUMIFS(sum_range, criteria_range1, criteria1, criteria_range2, criteria2, ...)
=COUNTIFS(criteria_range1, criteria1, criteria_range2, criteria2, ...)

Langkah 1: Siapkan Data Dengan Header Yang Jelas

Buat tabel penjualan sederhana dengan kolom Tanggal, Produk, Cabang, dan Jumlah. Pastikan setiap kolom punya satu header, tidak ada baris kosong di tengah data, dan penulisan nama produk serta cabang konsisten. Perbedaan kecil seperti "Jakarta Barat" dan "Jakarta barat" atau spasi di akhir kata bisa membuat kriteria tidak cocok.

Tanggal | Produk | Cabang | Jumlah
02-11-2026 | Kertas A4 | Jakarta Barat | 10
03-11-2026 | Kertas A4 | Jakarta Selatan | 7
04-11-2026 | Tinta Printer | Jakarta Barat | 4
05-11-2026 | Kertas A4 | Jakarta Barat | 15

Simpan data ini misalnya di sel A1:D5, dengan header di baris pertama. Semua rumus di bawah merujuk ke tabel ini, jadi kamu bisa langsung mencobanya di filemu sendiri.

Langkah 2: Menjumlahkan Dengan SUMIFS

Untuk menghitung total penjualan Kertas A4 di Jakarta Barat, tulis rumus berikut. Range yang dijumlahkan adalah kolom Jumlah (D2:D5), lalu pasangan kriteria pertama adalah kolom Produk (B2:B5) dengan kriteria "Kertas A4", dan pasangan kedua adalah kolom Cabang (C2:C5) dengan kriteria "Jakarta Barat".

=SUMIFS(D2:D5, B2:B5, "Kertas A4", C2:C5, "Jakarta Barat")

Hasilnya adalah 25, yaitu 10 ditambah 15. Baris Kertas A4 di Jakarta Selatan tidak ikut, dan baris Tinta Printer juga tidak ikut, karena keduanya gagal memenuhi salah satu kriteria. Itulah logika DAN pada SUMIFS: semua kriteria harus terpenuhi.

Kamu juga bisa memakai kriteria angka. Misalnya, untuk menjumlahkan penjualan Kertas A4 yang jumlahnya di atas 10, tulis kriteria ">10" pada range jumlah itu sendiri. Untuk kriteria dari sel lain, ganti teks kriteria dengan referensi sel, misalnya B8, supaya kriteriamu mudah diubah tanpa mengedit rumus.

=SUMIFS(D2:D5, B2:B5, "Kertas A4", D2:D5, ">10")
=SUMIFS(D2:D5, B2:B5, B8, C2:C5, C8)

Rekap Sudah Akurat, Saatnya Dicetak Rapi Juga

Laporan penjualan yang sudah kamu rekap dengan SUMIFS akan jauh lebih meyakinkan saat dicetak untuk rapat atau arsip. Website buka 24 jam, jadi kamu bisa order kapan saja.

🖨️ Cetak Laporan Kamu Sekarang

Langkah 3: Menghitung Banyaknya Data Dengan COUNTIFS

COUNTIFS tidak menjumlahkan angka, ia menghitung berapa baris yang cocok. Untuk menghitung berapa transaksi Kertas A4 di Jakarta Barat, tulis rumus berikut. Hasilnya adalah 2, karena ada dua baris yang memenuhi kedua kriteria.

=COUNTIFS(B2:B5, "Kertas A4", C2:C5, "Jakarta Barat")

COUNTIFS sangat berguna untuk rekap cepat: berapa pesanan per produk per cabang, berapa siswa yang lulus per kelas, atau berapa barang yang stoknya di bawah batas. Kamu tidak perlu memfilter dan menghitung manual, dan angkanya otomatis berubah saat datamu bertambah.

Perlu diingat, COUNTIFS menghitung sel yang memenuhi kriteria, bukan menjumlahkan isinya. Jadi kalau kamu ingin total rupiahnya, pakai SUMIFS. Kalau kamu ingin tahu ada berapa transaksinya, pakai COUNTIFS. Keduanya sering dipakai berdampingan dalam satu laporan.

Langkah 4: Kombinasikan Dengan Kriteria Tanggal Dan Teks Parsial

Kriteria SUMIFS dan COUNTIFS tidak harus sama persis dengan isi sel. Kamu bisa memakai wildcard: tanda bintang (*) untuk teks apa pun. Misalnya, kriteria "Kertas*" akan cocok dengan Kertas A4 maupun Kertas HVS. Ini berguna saat nama produkmu punya banyak varian dengan awalan yang sama.

Untuk tanggal, pastikan kolom tanggalmu benar-benar bertipe tanggal, bukan teks yang mirip tanggal. Kamu bisa menghitung transaksi setelah tanggal tertentu dengan kriteria ">="&DATE(2026,11,3), atau transaksi dalam satu bulan dengan dua kriteria tanggal: lebih dari atau sama dengan awal bulan, dan kurang dari awal bulan berikutnya. Pola dua kriteria tanggal ini adalah salah satu penggunaan SUMIFS yang paling sering dipakai di laporan bulanan.

=COUNTIFS(A2:A5, ">="&DATE(2026,11,3), B2:B5, "Kertas A4")

Kesalahan Yang Sering Terjadi

  • Urutan SUMIFS tertukar: range yang dijumlahkan harus pertama, bukan terakhir seperti pada SUMIF.
  • Ukuran range tidak sama: semua criteria_range harus punya jumlah baris yang sama dengan sum_range, kalau tidak Excel menampilkan error.
  • Penulisan kriteria tidak konsisten: spasi ekstra atau huruf besar-kecil yang berbeda pada nama cabang bisa membuat hasil nol.
  • Tanggal berbentuk teks: kriteria tanggal tidak akan cocok kalau kolom tanggalmu tersimpan sebagai teks.
  • Lupa tanda kutip: kriteria teks dan operator seperti ">10" wajib ditulis dalam tanda kutip.

Penutup

SUMIFS dan COUNTIFS mengubah laporan yang tadinya butuh filter manual menjadi satu rumus yang otomatis. Mulailah dari satu laporan yang paling sering kamu buat: tentukan angka apa yang ingin dijumlahkan, tentukan kriterianya, lalu tulis pasangan range dan kriterianya satu per satu. Setelah terbiasa, kamu akan jarang kembali ke cara hitung manual, dan laporanmu akan lebih cepat selesai sekaligus lebih sulit salah hitung.