Fungsi QUERY Di Google Sheets | Tutorial Lengkap Dengan Contoh
Kalau kamu pengguna Google Sheets, ada satu fungsi yang bisa menggantikan puluhan rumus sekaligus: QUERY. Dengan fungsi ini kamu bisa menyaring, mengurutkan, dan meringkas data memakai bahasa yang mirip SQL — langsung di dalam sel spreadsheet.
Contoh sederhananya: dari tabel berisi 1.000 baris data produk, kamu bisa menarik hanya produk yang stoknya di bawah 10 dan mengurutkannya dari yang termurah — semua dalam satu rumus. Mari kita bedah cara kerjanya.
Struktur Dasar Fungsi QUERY
Rumus QUERY punya tiga bagian:
=QUERY(data; "perintah"; [headers])
- data: rentang sel yang ingin diolah, misalnya A1:E100.
- perintah: instruksi dalam tanda kutip, seperti select, where, order by.
- headers: opsional, jumlah baris judul (biasanya 1).
Catatan penting: di Google Sheets versi Indonesia, pemisah argumen memakai titik koma (;), bukan koma. Kalau rumusnya error, cek dulu pemisah ini.
Contoh 1: Menampilkan Kolom Tertentu Saja
Misalnya datamu ada di A1:E100 dengan kolom A = Nama Produk, B = Kategori, C = Harga, D = Stok, E = Supplier. Untuk menampilkan hanya nama produk dan harga:
=QUERY(A1:E100; "select A, C"; 1)
Hasilnya langsung muncul sebagai tabel baru berisi dua kolom itu saja. Praktis untuk membuat ringkasan tanpa mengutak-atik data asli.
Contoh 2: Menyaring Data Dengan WHERE
Untuk menampilkan produk yang stoknya kurang dari 10:
=QUERY(A1:E100; "select A, D where D < 10"; 1)
Kamu juga bisa menggabungkan syarat dengan and atau or. Misalnya produk kategori "Minuman" yang harganya di atas 15000:
=QUERY(A1:E100; "select A, C where B = 'Minuman' and C > 15000"; 1)
Perhatikan: teks pembanding ditulis dalam tanda kutip tunggal ('Minuman'), sedangkan angka tidak perlu.
Contoh 3: Mengurutkan Dan Mengelompokkan Data
Urutkan hasil dari harga termurah:
=QUERY(A1:E100; "select A, B, C order by C"; 1)
Atau hitung jumlah produk per kategori:
=QUERY(A1:E100; "select B, count(A) group by B"; 1)
Kombinasi group by dan count ini adalah cara tercepat membuat rekap kategori tanpa PivotTable.
📦 Data Produkmu Sudah Rapi Di Sheets? Cetak Jadi Katalog Yang Bikin Laris!
Data yang sudah disaring QUERY tinggal disulap jadi katalog, brosur, atau price list profesional. Website buka 24 jam, order kapan saja.
🖨️ Order Cetak via Website (24 Jam)Kesalahan Umum Dan Cara Mengatasinya
- #VALUE!: biasanya karena pemisah argumen salah — pastikan pakai titik koma (;).
- Unable to parse query string: ada salah ketik di perintah, misalnya kolom tidak ada atau tanda kutip tidak seimbang.
- Hasil kosong: cek lagi syarat where — mungkin memang tidak ada data yang cocok.
- Angka dianggap teks: pastikan kolom angka tidak tercampur teks, atau QUERY akan menolak mengurutkannya.
Kapan Memakai QUERY vs Filter Biasa
Filter biasa (menu Data → Create a filter) cocok untuk eksplorasi cepat. Tapi QUERY unggul ketika kamu butuh hasil yang otomatis diperbarui saat data berubah, bisa dipakai lintas sheet, dan hasilnya bisa diolah lagi dengan rumus lain. Untuk laporan rutin, QUERY hampir selalu pilihan yang lebih baik.
Mulai dari contoh-contoh di atas, lalu kembangkan sesuai kebutuhanmu. Sekali nyaman dengan QUERY, kamu akan jarang kembali ke cara manual.